“Denyut Ini Menyenangkan”
Denyut ini menyenangkan. Mengapa menyenangkan? Bukankah denyut itu masalah? Bukankah denyut itu pertanda bahwa ada yg tak beres dengan kita? Bukankah denyut itu kesakitan? Bukankah denyut adalah keresahan? Mengapa bisa dikatakan menyenangkan?
Ketika sakit kepala, ada yg berdenyut di kepala kita. Saat itulah kita menyadari bahwa kita masih punya kepala. Saat perut kita bergolak, ada denyut yg meremas-remas disana. Saat itulah kita mengerti betapa bermaknanya perut kita. Pun saat resah, gelisah, galau, atau apapun melanda hidup kita. Saat itu, baru kita menyadari betapa berharganya hati kita.
Lantas, untuk apa Allah mencipta denyut dalam hidup kita? Padahal, kita tau Allah takkan pernah mendzalimi hambaNya. Untuk apa Allah kondisikan kita dalam perih dan resah, padahal kita tau Allah begitu menyayangi hambaNya?
Karena Allah ingin kita mengoptimalkan seluruh potensi kita. Allah ingin kita bergerak cepat mengatasinya. Allah ingin kita berpikir keras untuk mengobatinya. Allah ingin kita semakin kreatif mencari penawarnya.
Bukankah tak ada yg sia-sia dari sekecil apapun rencana Allah atas hidup kita?
Terkadang Allah juga mencipta denyut untuk membuat kita merapat dalam dekapanNya. Allah hadirkan denyut untuk meluruhkan dosa kita. Allah datangkan denyut untuk menghapuskan maksiat-maksiat kita padaNya.
Maka jika denyut itu datang menghampiri kita, tersenyumlah. Sambutlah ia dengan mesra. Katakan padanya, “terima kasih sudah hadir, kau membuat hidupku menjadi lebih hidup. Temani aku hingga luruh dosa-dosaku. Temani aku hingga aku merasa nyaman berada di pelukan Rabbku. Setelah itu pergilah, biarkan aku merasakan kesyukuran yg tak berujung.”
Pejamkan mata kita, rasakan setiap denyut kepedihan itu meluruhkan dosa-dosa kita. Dan rasakan Allah sedang menarik kita ke dalam pelukanNya. Perlahan, akan kita rasakan luka itu menyusut, perih itu berkurang, dan sesak berubah menjadi lapang. Dan saat itulah kita akan katakan pada diri kita, “denyut ini menyenangkan”.
-aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar