Kamis, 03 Maret 2016

INDONESIA MASUK DARURAT KEKERASAN ANAK

Miris, sungguh miris!!
Anak-anak yang harusnya dilindungi, disayangi, justru diperbudak, disakiti jasmani dan rohaninya.

Lebih miris lagi, ketika tahu keluarga terdekatnya lah yang kerap menyakiti. Subhanallah.. 

Masih ingat kasus Angeline yang beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian publik? Lalu, ingatkah kasus seorang Brigadir yang tega membunuh kedua anak kandungnya? Miris!!

Lalu sekarang apa lagi? Kisah bocah 2 tahun yang meninggal ditangan calon ibu tirinya? Istighfar..

Lantas masih layakkah mereka itu disebut sebagai orangtua? Anak itu tanggung jawab orangtua. Sudah seharusnya orangtua itu melindungi anaknya, memberikan penghidupan yang layak dalam keluarga yang penuh kasih sayang. Bukan menyakitinya, bahkan sampai membunuhnya. Bukan!!

Lihatlah, seekor singa si raja hutan pun tidak tega menyakiti anaknya. Binatang manapun tak mungkin tega menyakiti anaknya sendiri. Tahukah, hewan memang tak punya akal, tapi mereka punya hati. Mereka takkan tega menyakiti anaknya barang sedikit pun.

Lalu bagaimana dengan kita? Makhluk sempurna yang diciptakan memiliki akal untuk mengetahui yang benar dan yang salah. Makhluk sempurna yang diciptakan memiliki nurani yang lemah lembut. Makhluk sempurna yang diciptakan dengan derajat yang tinggi. Kurang sempurna apakah kita ini? Maukah kita disamakan derajatnya dengan binatang? Tidak. Tentu tidak. Lantas mengapa masih ada orang yang tega menyakiti darah dagingnya sendiri? Kenapa? Apa alasannya?

Anak-anak itu aset Negara yang perlu dilindungi. Anak-anak itu harapan bangsa. Mereka itu generasi penerus, yang Insya Allah dapat memajukan bangsa. Mereka itu punya hak. Sudah sepatutnya kita menghargai hak-hak mereka. Sudah sepatutnya yang menjadi hak mereka itu diwujudkan.

Keluarga yang harusnya menjadi tameng anak-anak, pelindung anak-anak justru berbalik menjadi musuh terhebat. Rumah yang harusnya memberi kenyamanan, justru berbalik menjadi rumah yang penuh kewaspadaan. Kita tidak tahu bukan, orang-orang terdekat kita punya rencana apa, baik atau buruk?

Bukan saya mengajarkan untuk suudzon dengan keluarga sendiri, tapi hanya untuk mengingatkan agar kita waspada. Bukan saya mengajarkan untuk kita mencurigai orang lain, tapi hanya untuk mengingatkan agar lebih hati-hati menjaga diri. Tak semua orang yang kita anggap baik, benar-benar baik bukan? Tak ada salahnya kita bertindak waspada terhadap setiap orang, bukan?

Yuk, sama-sama berdo'a semoga keluarga kita SaMaWa, selalu dalam lindungan dan rahmat dariNya, aamiin.

Selamatkan anak , selamatkan generasi bangsa Indonesia!! Allahu Akbar!!

Jumat, 08 Januari 2016

Tingkatkan rasa syukurmu

Assalamu'alaikum

Apa sih yang bisa bikin kita bahagia??

Punya uang bermilyaran??

Lalu,kenapa masih ada aja orang yang korupsi??

Kenapa,sih orang bisa korupsi?
Karena dia engga bersyukur dengan segala yang udah dititipkan.Padahal uang udah bermilyaran,mobil udah puluhan,rumah udah kaya istana,tapi masih aja pengen yang lebih,dengan cara yang ga halal pula.Aneh,kan?!

So,uang,kekayaan,bukan menjadi tolak ukur seseorang bisa memperoleh kebahagiaan yaa.Karena,diluar sana pun masih banyak orang-orang yang belum mampu,tapi dia bahagia,bahkan bisa lebih bahagia dari orang yang udah mampu.Ya,kan?!

Jadi,apa yang bisa bikin kita bahagia??

Satu kata.Bersyukur.Simple,kan?!

Walaupun banyak uang,tapi ga ada rasa syukurnya,tetep aja ga bahagia.Walaupun sedikit uangnya,tapi selalu bersyukur,pasti bahagia.Udah banyak,kok contohnya diluar sana.Kamu ga ngerasain mungkin,tapi banyak orang yang udah merasakan.

Jadi ga perlu,deh,tuh korupsi yang cuma bisa menguntungkan sepihak.Dosa udah banyak,ga usah ditambahin sama hal-hal yang begitu.Lagian,rezeki itu udah diatur semua.Jangankan kamu,bahkan plankton-plankton didasar laut pun udah ada rezekinya.Qana'ah ajalah.

Jadi kita cuma perlu bersyukur aja nih,biar bahagia??

Yap,seberapa besar pun kekayaan kamu,ga menjamin kamu menjadi orang yang paling bahagia.Sesulit apapun hidup yang kamu jalani,kalo kamu jalanin dengan ikhlas dan penuh rasa syukur,yakin deh,rasa bahagia pasti bakalan muncul dihati.Allah itu maha baik,Penciptamu itu maha baik.Kalo kamu udah bersyukur,Allah pasti ngasih reward,kok,entah itu didunia ataupun di akhirat.

Makanya,yuk,kita sama-sama bersyukur.Dengan bersyukur,hidup yang kita jalani ini jadi semakin mudah,dan bahagia juga tentunya.

وَإِذْتَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ

إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"-QS. Ibrahim : 7

Wanita Dai'ah

Assalamu'alaikum…

Wanita Da'iah,dakwah yang terselubung
Seorang wanita juga merupakan sosok yang memungkinkan melakukan dakwah terselubung.Maksudnya,ia memberi contoh dengan apa yang dilakukannya.Misalnya dengan berpakaian muslimah yang benar.Mengulurkan jilbab ke seluruh tubuhnya,hingga apa yang dinamakan aurat itu tertutup dengan benar,menurut syari'at agama.Bertutur kata lembut dan sopan,tidak mengatakan kecuali yang benar,dsb,dari perbuatan-perbuatan yang bisa dicontoh dan menjadi acuan akhlak wanita lainnya.Jika apa yang dilakukannya menjadi tauladan wanita-wanita lain yang melihatnya,maka itulah dia dakwah wanita dengan terselubung.Ia telah ikut beramar ma'ruf nahi munkar,meskipun tidak dilakukan secara langsung.Demikianlah gambaran terdekat dan termudah bagi wanita yang ingin berdakwah.Jadi untuk berdakwah,seorang wanita tidak harua menjadi da'iah yang berceramah diatas mimbar.Walaupun tidak dipungkiri,wanita yang mampu berdakwah dengan lisannya di hadapan khalayak lebih kelihatan dibandingkan dengan wanita-wanita yang berdakwah dengan terselubung.
Namun wanita yang berdakwah terselubung pun tak kalah hebatnya ia dimata Allah swt. Bahkan dalam hal tertentu,wanita yang berdakwah dengan cara terselubung ini lebih mampu menjaga hatinya dari segala sifat tercela yang tersamar.Misalnya sifat riya,senang dipuji dan bangga dengan kelihaiannya berdakwah.Maka dari itu,jangan berkecil hati jika kamu tidak bisa memberantas kemungkaran yang ada didepan mata dengan tenaga dan lisanmu.Cukuplah kamu menjaga diri,menjaga hati,agar tidak larut dalam arus kemungkaran tsb.
Inilah kiprah seorang Da'iah.Juru dakwah wanita yang peduli dengan terselamatkannya moral umat.Di dunia ia mendapat banyak penghargaan dan di akhirat ia mendapatkan penghargaan yang sesungguhnya.
Dengan demikian,maka  seorang wanita akan mendapat tempat yang terhormat dimata kaumnya.Selama ia mampu menjadi seorang Da'iah yang sadar akan jujur dengan ilmunya,ikhlas dalam beramal,dan pandai menempatkan diri kewanitaannya.
Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa dirahmati Allah swt. Aamiin

Wassalamu'alaikum…

Tolong menolong sesama


Assalamu'alaikum…

Kenapa,sih,kita harus saling tolong menolong??

Karena kehidupan itu akan selalu berputar.

Berputar? Emang bisa gitu,kehidupan berputar??

Tentu.Sama halnya dengan bumi yang berputar dengan titik pusat utamanya matahari.Kehidupan juga punya perputaran dengan titik pusat utamanya berada di Arasy.

Eh,gimana-gimana? Masih ga ngerti

Maksudnya,kehidupan itu ga akan selalu sama.Ada kalanya kita berada diatas,tapi sewaktu-waktu juga kita bisa berada dibawah.Ketika kita berada dipuncak tertinggi,jangan berbangga diri sehingga lupa dengan saudara-saudara kita yang berada dibawah.Jangan merasa senang sendiri dipuncak saat saudara-saudara kita justru teriinjak dibawah kita.Manfaatkan waktu senangmu untuk membuat `bumerang kebaikan´.

`Bumerang kebaikan´?
Apaan lagi,tuh?

Gini,coba pikir!! Ketika kita berada dipuncak,punya segalanya,terus kita membantu orang lain yang ada dibawah kita.Mungkin ga sih,orang yang kita bantu itu bakalan bantuin kita juga ketika kita dibawah dan justru dia yang ada diatas? Pastilah. Seengganya tuh orang mikir "ohiya,si fulan nih,yang dulu bantuin gue pas gue lagi susah.Sekarang gue udah sukses juga karena bantuan dia,gantian dah gue yang ngebantu dia selagi masih mampu".Bener,ga?

Nah,jadi deh tuh kita bikin `bumerang kebaikan´.Ketika kita berbuat baik kepada seseorang,maka kebaikan lainnya pun pasti bakalan dateng ke kita.Bumerang juga gitu,kan?! Saat kita melemparnya ke arah lain,pasti tuh bumerang bakalan balik lagi ke kita.

Nah,itulah kenapa kita selalu dianjurkan untuk selalu tolong menolong.So,gaada lagi alesan untuk ga berbuat baik.Selagi masih mampu menolong,kenapa engga?!

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

وَلَاتَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا

اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿المائدة: ٢﴾

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Insya Allah bermanfaat
Wassalamu'alaikum