Miris, sungguh miris!!
Anak-anak yang harusnya dilindungi, disayangi, justru diperbudak, disakiti jasmani dan rohaninya.
Lebih miris lagi, ketika tahu keluarga terdekatnya lah yang kerap menyakiti. Subhanallah..
Masih ingat kasus Angeline yang beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian publik? Lalu, ingatkah kasus seorang Brigadir yang tega membunuh kedua anak kandungnya? Miris!!
Lalu sekarang apa lagi? Kisah bocah 2 tahun yang meninggal ditangan calon ibu tirinya? Istighfar..
Lantas masih layakkah mereka itu disebut sebagai orangtua? Anak itu tanggung jawab orangtua. Sudah seharusnya orangtua itu melindungi anaknya, memberikan penghidupan yang layak dalam keluarga yang penuh kasih sayang. Bukan menyakitinya, bahkan sampai membunuhnya. Bukan!!
Lihatlah, seekor singa si raja hutan pun tidak tega menyakiti anaknya. Binatang manapun tak mungkin tega menyakiti anaknya sendiri. Tahukah, hewan memang tak punya akal, tapi mereka punya hati. Mereka takkan tega menyakiti anaknya barang sedikit pun.
Lalu bagaimana dengan kita? Makhluk sempurna yang diciptakan memiliki akal untuk mengetahui yang benar dan yang salah. Makhluk sempurna yang diciptakan memiliki nurani yang lemah lembut. Makhluk sempurna yang diciptakan dengan derajat yang tinggi. Kurang sempurna apakah kita ini? Maukah kita disamakan derajatnya dengan binatang? Tidak. Tentu tidak. Lantas mengapa masih ada orang yang tega menyakiti darah dagingnya sendiri? Kenapa? Apa alasannya?
Anak-anak itu aset Negara yang perlu dilindungi. Anak-anak itu harapan bangsa. Mereka itu generasi penerus, yang Insya Allah dapat memajukan bangsa. Mereka itu punya hak. Sudah sepatutnya kita menghargai hak-hak mereka. Sudah sepatutnya yang menjadi hak mereka itu diwujudkan.
Keluarga yang harusnya menjadi tameng anak-anak, pelindung anak-anak justru berbalik menjadi musuh terhebat. Rumah yang harusnya memberi kenyamanan, justru berbalik menjadi rumah yang penuh kewaspadaan. Kita tidak tahu bukan, orang-orang terdekat kita punya rencana apa, baik atau buruk?
Bukan saya mengajarkan untuk suudzon dengan keluarga sendiri, tapi hanya untuk mengingatkan agar kita waspada. Bukan saya mengajarkan untuk kita mencurigai orang lain, tapi hanya untuk mengingatkan agar lebih hati-hati menjaga diri. Tak semua orang yang kita anggap baik, benar-benar baik bukan? Tak ada salahnya kita bertindak waspada terhadap setiap orang, bukan?
Yuk, sama-sama berdo'a semoga keluarga kita SaMaWa, selalu dalam lindungan dan rahmat dariNya, aamiin.
Selamatkan anak , selamatkan generasi bangsa Indonesia!! Allahu Akbar!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar